Sinusitis infeksi sinus terjadi jika membran mukosa saluran pernapasan atas hidung,
kerongkongan, sinus mengalami pembengkakan. Pembengkakan tersebut menyumbat
saluran sinus yang bermuara ke rongga hidung. Akibatnya cairan mukus tidak
dapat keluar secara normal. Menumpuknya mukus di dalam sinus menjadi faktor
yang mendorong terjadinya infeksi sinus.
Infeksi sinus
yang berlangsung singkat disebut sinusitis akut.
Gejalanya adalah sulit
bernapas melalui hidung. Jika penderita menunduk ke depan, nyeri berdenyut akan
terasa di sekitar wajah. Gejala lain adalah sakit kepala, demam atau batuk, dan
perasaan bengkak di mata dan wajah.
Sinusitis
paling sering disebabkan oleh virus, misalnya virus common cold. Walaupun
demikian, bakteri dan jamur juga dapat menjadi penyebab. Jika infeksi saluran
pernapasan yang menyertai sinusitis berlangsung lebih dari 14 hari, maka
kemungkinan besar penyebabnya adalah bakteri, bukan virus.
Sebuah penyakit
pasti menimbulkan gejala,nanah begitu juga dengan penyakit sinusitis ini,gejala
sinusitis yang sering di timbulkan adalah sebagai berikut:
Nyeri dan merasa tertekan pada wajah. Hal ini terjadi di akibatkan oleh jaringan yang
meradang pada ujung-ujung saraf di dinding dalam sinus anda. Sinusitis
frontalis menyebabkan nyeri dahi atau sakit kepala. Sinusiti maksilaris menyebabkan
nyeri pipi yang dapat menjalar ke gigi di rahang atas.
Hidung tersumbat. Hal ini terjadi karena pembengkakan selaput hidung dan peningkatan
pembentukan lendir yang mmana akan menyebabkan sulit untuk bernafas melalui
hidung.
Postnasal Drip. Lendir secara normal mengalir dalam jumlah kecil ke dalam hidung dan turun
ke belakang tenggorokan sebelum tertelan. Selama infeksi produksi lendir
meningkat, lebih kental dan berwarna kuning atau hijau. Perubahan warna lendir
disebabkan oleh campuran bakteri dan sel darah putih, sebagai tanda bahwa tubuh
telah melawan infeksi yang berlangsung.
Lendir yang kental dan berwarna hijau
ini seringkali turun ke tenggorokan dan disebut postnasal drip.
Berkurangnya daya penciuman.Hal ini terjadi karena membengkaknya selaput di
hidung yang bisa menghambat molekul bau yang anda hirup mencapai reseptor penciuman
sehingga daya penciuman anda menjadi berkurang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar